Tabirnusantara.com – Kepala Bappenas menerima wawancara ANTARA terkait perkembangan Pembangunan IKN, pada hari Rabu, 7 April 2021, secara virtual.

 

Menteri menegaskan bahwa prasyarat pembangunan IKN dilakukan adalah terkendalinya pandemi Covid-19 dan telah disahkannya RUU IKN. Hal ini termasuk pula percepatan proses vaksinasi kepada seluruh masyarakat.

 

Menteri juga menjelaskan bahwa pembangunan IKN akan dilaksanakan dengan satu misi untuk menggeser pusat gravitasi ekonomi yang selama ini masih di wilayah Indonesia bagian barat (59% PDB dari Jawa, 22% PDB dari Sumatera, 91% kargo dari barat ke timur, 75% investasi di Jawa dan Sumatera, serta 70% universitas berakreditasi A di Jawa dan Sumatera) ke arah pertumbuhan ekonomi yang lebih merata antarwilayah.

 

Selain itu, aktivitas ekonomi di IKN akan digerakkan melalui kerja sama tiga kota yang mencakup IKN, Samarinda dan Balikpapan yang bertumpu pada sektor-sektor maju masa depan seperti manufaktur ramah lingkungan, farmasi terintegrasi, agroindustri berkelanjutan, manufaktur kimia maju, energi ramah lingkungan, serta pariwisata berkelanjutan.

 

Kerja sama ketiga kota tersebut juga diperkuat dengan pengembangan wilayah lain di Provinsi Kalimantan Timur yang akan berperan sebagai paru-paru (lung) untuk memfasilitasi pengembangan sektor pertanian, agroindustri terutama oleokimia, serta pariwisata yang berbasis ekowisata dan wisata kebugaran.

 

Menteri mengatakan, IKN juga sekaligus akan mendorong transformasi perekonomian Provinsi Kalimantan Timur sehingga tidak hanya bertumpu pada komoditas, terutama migas.

 

Menteri juga menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi di IKN, Samarinda dan Balikpapan akan meningkatkan kontribusi PDB Provinsi Kalimantan Timur.

 

“Berbagai aktivitas ekonomi yang dikembangkan dalam kerja sama tiga kota dan di wilayah lainnya di Provinsi Kalimantan Timur akan meningkatkan kontribusi PDB Provinsi Kalimantan Timur dari sekitar US$ 33 miliar (4,3% PDB nasional) pada tahun 2019 menjadi US$ 180 miliar (5,7% PDB nasional) pada tahun 2045. Ukuran perekonomian Kalimantan Timur pada tahun 2045 hampir setara dengan ukuran perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2018,” tuturnya.

 

Menutup wawancara tersebut, Menteri menanggapi desain Istana Negara di IKN yang sempat menuai pro dan kontra.

 

“Pemerintah sangat berterima kasih atas perhatian dan masukan dari para ahli dan masyarakat luas. Desain tersebut masih berupa gagasan awal yang akan terus dikaji dan diperdalam dengan Kementerian/Lembaga sektor serta didiskusikan bersama para ahli di bidang arsitektur dan perencana,” tutup Menteri.(BS17)

By admin

Amiril

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Don`t copy text!