Advetorial Birokrasi

Camat Semampir Tak Hargai Profesi Jurnalis Saat Hendak Di Wawancarai

 

Surabaya, Tabirnusantara.com – Viralnya pemberitaan Sumaidah di media online Beliau adalah salah satu warga kota pahlawan yang harum ini, Namun sangat disesalkan karena pihak-pihak terkait terutama Kelurahan atau Kecamatan setempat dimana selama ini, Apa benar tidak tahu, Apa gak mau tahu, Apa sudah tidak punya hati.

Sumridah (49), warga Jalan Bolodewo No. 60, RT 03 RW 10, Kel. Sidotopo, Kec. Semampir Surabaya salah satu disabilitas yang terkena dampak Corona (COVID-19), belum tersentuh bantuan sosial dari pemerintah.

Sumridah, merupakan disabilitas dengan keterbatasan Fisik, Hidup dengan seorang keponakannya di sebuah rumah kos, yang kurang layak dengan segala keterbatasan, tidurnya pun tak senyenyak masyarakat pada umumnya yang tak menggunakan kasur karena kesulitan ekonomi nya.

Saat beberapa awak media mencoba mengklarifikasi ke Camat Semampir, ironisnya saat hendak di temui sekcam Semampir mengatakan beliau tidak ada, namun awak media melihat mobil dinas ibu camat tersebut terparkir di depan pintu masuk membuat sekcam tersebut bilang bahwa ibu camat lagi online di atas, serta menyuruh 6 awak media tersebut untuk menunggu (19/05/2020).

Setelah 2 jam menunggu awak media tak di hargai dan terkesan camat Semampir alergi terhadap wartawan, bagaimana tidak ? 6 awak media yang menunggu di depan di kelabui dengan sopir Camat Semampir tersebut mengeluarkan mobil dinas menuju ke luar tanpa ibu camat, selang 10 menit ada sesosok perempuan yang di duga ibu camat melangkah seperti buronan dengan mengendap dan nyamar pakai jaket.

Saat awak media ke staff mempertanyakan apakah ibu Camat sudah selesai ternyata informasi dari staff ibu Camat sudah geser, awak media yang hendak mewawancarai Camat Semampir di buat kecewa akan perlakuan Camat Semampir tersebut yang tak pantas sebagai ASN, dimana beliau menjadi orang tua sekaligus percontohan bagi masyarakat Semampir Surabaya.

Salah satu awak media Mengatakan, ” ini pertanyaan besar , kenapa ibu Camat enggan di wawancarai bahkan terkesan alergi terhadap wartawan.

“Kami sangat kecewa dimana saat kami hendak wawancara ke Bu Risma beliau selalu menghargai awak media namun sekelas camat Semampir, seperti kami ini tidak enak di pandang hingga tak mau di temui.” ujar salah satu awak media. (Zi)

Anda mungkin juga suka...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *