PDAM MENDENGAR, Bersama Komunitas Yang Tergabung Dalam Grup Whatsapp (GWA) Surabaya Oh Surabaya (SOS)

Surabaya, Tabirnusantara.com – PDAM Surya Sembada Surabaya mengelar acara diskusi dengan Komunitas yang tergabung dalam Grup Whatsapp (GWA) Surabaya Oh Surabaya (SOS) yang anggotanya dari berbagai latar belakang, bertempat di Hotel Mercure Surabaya, ruang Hongkong lantai 3, hari Senin (13/01/2020), pukul 11:00 WIB sampai selesai.

Tema, “PDAM MENDENGAR” di hadiri dari Komunitas Surabaya Oh Surabaya (S.O.S), latar belakangnya sangat beragam yaitu ada Anggota DPRD, LSM dan semua kalangan Masyarakat dari Surabaya.

Pimprus media Tabirnusantara Bagus Prihatin beserta Pemrednya Abd. Halim juga turut hadir di undang oleh Mujiaman selaku Direktur utama PDAM, dan ada pula para awak media cetak dan online juga turut hadir.

Direktur utama PDAM Mujiaman menjelaskan, PDAM Surabaya mencoba membangun reservoir untuk estafet pengiriman air, terakhir punya di area Kenjeran dan Kandangan dan membangun jaringan distribusi pipa di bawah tanah 20 kilometer yang masih tertinggal di buat melingkar penuh di seluruh Surabaya.

“Kita punya jaringan panjangnya 60.000 kilometer selama ini di perbaiki hanya 10.000 kilometer,” jelas Mujiaman.

Sekitar 10.000 jiwa, rakyat yang menurut Undang-undang atau menurut Perda tidak boleh dilayani PDAM, itupun PDAM mencari trobosan bekerja sama dengan LSM dan bekerja sama pihak luar negeri untuk melayani masyarakat yang tidak berhak karena undang-undang.

“Antara lain warga yang bertempat tinggal di makam tepi sungai, pengairan dan di Kereta Api dan lain-lain, itu kita lakukan kerja sama agar saya tidak bisa masang oleh pemilik Pemkot, Walikota dan DPRD. Juga kewajiban PDAM untuk melayani masyarakat hak asasi atas air PDAM,” tuturnya.

Mujiaman selaku Direktur utama PDAM Surabaya menuturkan, kita harapkan dalam acara ini, tentu dengan semangat PDAM Mendengar.

PDAM akan mendapatkan masuk-masukan yang banyak, tentu saja kalau ada masukan-masukan tidak eksukebel kita sampaikan kenapa itu belum bisa, tentu kita akan kembali minta bagaimana supaya harapan tersebut bisa di apply.

“Saya lebih senang dan berharap harusnya Warga Surabaya menuntut PDAM bisa menyediakan air siap minum, tentu harus dibantu dicarikan jalan keluarnya yang diharapkan,” tuturnya.

Infrastruktur apa yang belum bisa mana yang sudah bisa dan bagaimana mencapai dalam jangka pendek atau panjang, pendek 5(lima) tahun kita capai dengan syarat tertentu. Infrastruktur PDAM ada 2(dua) adalah pertama IPAM (instalasi pengelolaan Air) dan kedua saluran distribusi.

“Untuk sementara PDAM tidak membangun IPAM baru, karena kita sudah memiliki IPAM kapasitas yang jauh dan cukup besar. Apalagi kalau ada perbaikan distribusi mendapatkan tambahan pasokan otomatis, dari situ yang sekarang hilang 100 juta meter kubik per tahun, itu nantinya akan otomatis yang kita terima lebih baik,” pungkasnya. (Abd/HLL)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*